KabarMandar.com — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Barat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Majene bergerak cepat menindaklanjuti kejadian luar biasa (KLB) dugaan keracunan pangan Menu Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sendana II, Kabupaten Majene, Selasa (13/1).
Berdasarkan laporan sementara, KLB dugaan keracunan MBG tersebut terjadi pada Senin (12/1) dan dialami hingga 50 orang di Kabupaten Majene.
Adapun gejala yang dialami para korban meliputi sakit perut, mual, muntah, diare, sakit kepala, hingga demam.
Dari total korban, sebanyak 40 orang mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan, dengan rincian 38 orang dirawat di Puskesmas Sendana II dan 2 orang di Puskesmas Salutambung. Sementara itu, 9 orang menjalani perawatan di rumah dan 1 orang telah dinyatakan sembuh serta dipulangkan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulawesi Barat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Majene dan tim Puskesmas melakukan penanganan medis terhadap korban, investigasi epidemiologi, serta pengambilan sampel makanan dan muntahan untuk pemeriksaan laboratorium.
Selain itu, edukasi juga diberikan kepada masyarakat serta penyedia MBG agar pengelolaan makanan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) guna menjamin keamanan pangan.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memastikan penanganan dilakukan secara cepat, tepat, dan transparan. Kami berkomitmen mencegah kejadian serupa terulang serta menjamin mutu dan keamanan pangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera,” tegasnya.Dinkes P2KB Sulbar saat melakukan kunjungan melihat korban di Majene (dok:ist)











