KabarMandar.com – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana, memimpin rapat pemantapan persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) Sulbar ke-22 di Mamuju, Kamis (17/09).
Hari Jadi Sulbar akan diperingati pada Selasa (22/09) mendatang. Rapat pemantapan digelar untuk memastikan seluruh persiapan berjalan dengan baik mengingat waktu pelaksanaan yang semakin dekat.
Junda Maulana mengatakan, peringatan Hari Jadi Sulbar tahun ini diharapkan dapat berlangsung semeriah mungkin. Namun, kemeriahan tersebut tidak harus diwujudkan dengan acara yang mewah.
“Ini rapat pemantapan mengingat ini sudah mendekati hari jadi. Kita prinsipnya bahwa peringatan Hari Jadi itu kita laksanakan semeriah mungkin ya, meriah bukan berarti mewah,” ujar Junda Maulana.
Menurut Junda, Hari Jadi Sulbar bukan hanya menjadi momentum bagi jajaran Pemprov Sulbar, tetapi juga milik seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, ia mendorong keterlibatan pemerintah kabupaten dan masyarakat dalam berbagai rangkaian kegiatan peringatan HUT Sulbar ke-22.
“Yang penting ini adalah keikutsertaan dan partisipasi semua. Jadi Hari Jadi ini bukan hari jadinya aparat Pemprov saja tapi Hari Jadi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemerintah kabupaten. Sehingga banyak kegiatan kita melibatkan dari pemerintah kabupaten dan juga masyarakat,” jelasnya.
Junda menyebut persiapan peringatan HUT Sulbar ke-22 sejauh ini berjalan cukup baik. Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 16 September dan akan berlangsung hingga puncak peringatan pada 22 September 2026.
“Hari ini kita rapat pemantapan dan saya melihat laporannya progresnya sudah cukup bagus. Insyaallah bisa kita laksanakan dengan baik. Mulai tanggal 16 September sudah ada rangkaian-rangkaian dan sampai hari H juga kita sudah siap semua,” kata Junda Maulana.
Dalam rapat tersebut, Junda juga memberikan perhatian khusus terhadap pelayanan bagi para tamu undangan, terutama para pejuang pembentukan Provinsi Sulawesi Barat yang akan menghadiri rangkaian peringatan.
“Penekanan bahwa persiapkan kegiatan dengan baik, jangan sampai ada yang tertinggal terutamanya dalam menyikapi tamu-tamu undangan. Yang terpenting itu penghargaan pada tamu undangan khususnya para pejuang-pejuang yang akan hadir, kita perlu berikan perhatian khusus,” tegasnya.
Selain memastikan kesiapan kegiatan, Junda meminta agar rangkaian acara tidak terlalu didominasi kegiatan seremonial. Menurutnya, peringatan Hari Jadi juga perlu memberikan ruang untuk hiburan dan relaksasi.
“Saya berharap acaranya jangan terlalu banyak seremonialnya sehingga menghabiskan energi, sehingga acara rileksnya itu kurang. Kita butuh hiburan, kita butuh relaksasi dalam kegiatan ini,” tutur Junda Maulana.











