KabarMandar.com – Kongres Luar Biasa (KLB) pemilihan Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) periode 2026 hingga 2030 resmi dijadwalkan berlangsung pada Sabtu 7 November 2026.
Kepastian pelaksanaan KLB tersebut tertuang dalam surat rekomendasi PSSI Pusat yang ditandatangani langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, di Jakarta pada 30 Oktober 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris PSSI Sulbar, Bayu Aditya Pratama, membenarkan pihaknya telah menerima surat rekomendasi tersebut.
“Jadi, sudah dipastikan pelaksanaan KLB PSSI Sulbar berlangsung pada 7 November 2026. Itu sudah resmi dan ditandatangani langsung Pak Sekjen,” kata Bayu Aditya Pratama, Minggu 1 November 2026.
Dalam surat rekomendasi itu, PSSI Pusat merujuk pada Statuta PSSI Edisi 2025 dan Peraturan Organisasi PSSI 2025. Selain itu, terdapat sejumlah surat yang menjadi dasar pelaksanaan kongres, termasuk Surat PSSI Nomor 4018/PGD/412/VII-2026 tertanggal 24 Juli 2026 tentang Pelaksanaan Kongres Biasa Pemilihan PSSI Provinsi.
PSSI juga mempertimbangkan surat PSSI Provinsi Sulawesi Barat Nomor 011/SEK/PSSI PROV SULBAR/X/2026 tertanggal 20 Oktober 2026 perihal pemberitahuan dan permohonan rekomendasi KLB pemilihan Ketua PSSI Sulbar periode 2026 hingga 2030.
Mengacu pada Pasal 39 Statuta PSSI Edisi 2025, delegasi yang memiliki hak suara dalam KLB terdiri atas perwakilan klub peserta Liga 3 dan Liga 4 dari musim sebelumnya, PSSI kabupaten atau kota, serta asosiasi.
Adapun daftar delegasi yang tercantum dalam surat tersebut meliputi tujuh klub peserta Liga 4, yakni PS Sandeq Polman, Mandar United, Balanipa Mandar, Gasman Majene, PS Taeso Putra, PS Matra, dan PS Mamuju Tengah.
Sementara itu, unsur PSSI kabupaten diwakili enam daerah, yaitu PSSI Kabupaten Mamuju, Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju Tengah, Majene, dan Pasangkayu.
Dari unsur asosiasi, terdapat Asosiasi Futsal Provinsi Sulbar, Asosiasi Sepak Bola Provinsi Sulbar, serta Asosiasi Pelatih Provinsi Sulbar.
Bayu Aditya berharap seluruh rangkaian pelaksanaan KLB dapat berjalan sesuai dengan ketentuan Statuta PSSI dan peraturan organisasi yang berlaku.
Ia juga menginginkan kongres berlangsung tertib, lancar, serta terhindar dari hal-hal yang berpotensi mengganggu jalannya proses pemilihan.
Terkait kandidat yang akan bersaing dalam pemilihan Ketua PSSI Sulbar periode 2026 hingga 2030, Bayu Aditya mengungkapkan bahwa hingga proses pendaftaran berakhir, hanya terdapat satu nama yang mendaftar.
“Hanya ada satu pendaftar dalam proses KLB ini, yakni Febrianto Wijaya,” tutupnya.
Dengan demikian, KLB pada 7 November mendatang menjadi agenda penting bagi sepak bola Sulbar dalam menentukan kepemimpinan organisasi untuk periode 2026 hingga 2030.











