KabarMandar.com — Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) menjadikan peringatan Hari Jadi ke-22 Sulbar sebagai momentum mengevaluasi sejauh mana pembangunan telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Suhardi saat memimpin upacara HUT ke-22 Sulbar di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulbar, Selasa (22/09). Ia menegaskan tema “Mengabdi dan Berkarya Bersama Menuju Sulbar Maju dan Sejahtera” harus menjadi arah kerja pemerintah, bukan sekadar slogan.
“Mengabdi berarti menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Bagi saya, mengabdi berarti menggunakan kewenangan untuk menyelesaikan masalah rakyat,” kata SDK.
Suhardi menyebut PDRB per kapita Sulbar meningkat dari sekitar Rp4,45 juta pada awal pembentukan provinsi 2004 menjadi sekitar Rp46,65 juta pada 2025. Namun, ia menekankan pertumbuhan ekonomi harus berdampak pada peningkatan pendapatan, pembukaan lapangan kerja dan penurunan kemiskinan.
Di sektor infrastruktur, anggaran peningkatan dan rehabilitasi jalan, jembatan serta irigasi naik dari sekitar Rp85,03 miliar pada 2025 menjadi Rp200 miliar pada 2026. Pemprov Sulbar juga menyalurkan bantuan lebih dari Rp34 miliar untuk pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan serta sekitar Rp10 miliar untuk dukungan sarana UMKM.
Untuk kemiskinan, data BPS September 2025 mencatat persentase penduduk miskin Sulbar sebesar 10,18 persen atau 149,88 ribu jiwa. Suhardi mengatakan pemerintah akan melanjutkan intervensi melalui bantuan sosial, paket sembako, kelompok usaha bersama, unit usaha produktif, pembangunan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni hingga bantuan listrik murah.
“Tugas kita adalah memastikan mereka bukan hanya keluar dari garis kemiskinan, tapi benar-benar naik kelas dan memiliki kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Pada pembangunan manusia, IPM Sulbar 2025 mencapai 71,16 atau meningkat 0,70 poin dibandingkan 2024. Pemprov mengalokasikan sekitar Rp31,82 miliar untuk sejumlah program kesehatan, termasuk pencegahan dan penanganan stunting, pemenuhan gizi, skrining kesehatan reproduksi remaja serta pemenuhan tenaga dokter spesialis.
Sementara di bidang pendidikan, penerima beasiswa meningkat dari 561 orang pada 2025 menjadi 1.040 orang pada 2026 dengan total anggaran lebih dari Rp7 miliar. Jumlah anak tidak sekolah (ATS) yang sebelumnya lebih dari 37 ribu orang pada 2025 juga berkurang lebih dari 3 ribu setelah sebagian kembali ke sekolah.
Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka Sulbar pada Mei 2026 berada di angka 2,8 persen. Pemprov menjalankan program padat karya di 334 titik pada 2026 dengan anggaran sekitar Rp50,94 miliar yang disebut menyerap sekitar 7.900 tenaga kerja. Pelatihan keterampilan kerja juga disiapkan dengan anggaran sekitar Rp1,2 miliar.
Suhardi turut menyebut Gini Ratio Sulbar pada Maret 2026 berada di angka 0,314, lebih rendah dibanding angka nasional 0,368. Menurutnya, pembangunan Sulbar harus memastikan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan seluruh masyarakat.
“Sulawesi Barat yang kita cita-citakan bukan hanya Sulawesi Barat yang bertumbuh tinggi. Kita ingin Sulawesi Barat yang pertumbuhannya tinggi dan hasilnya dirasakan oleh semua masyarakat,” katanya.
Sepanjang Februari 2025 hingga September 2026, Pemprov Sulbar juga menerima sejumlah penghargaan terkait kinerja TPID, digitalisasi daerah, UHC, transformasi sumber daya manusia, penurunan pengangguran, konektivitas digital, reformasi hukum dan implementasi program tiga juta rumah.
Meski demikian, Suhardi mengingatkan perjalanan Sulbar selama 22 tahun masih menghadapi berbagai tantangan, mulai pandemi Covid-19, gempa bumi, banjir, tanah longsor, angin kencang, kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan.
Ia mengajak DPRD, pemerintah kabupaten, Forkopimda, instansi vertikal, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pers dan generasi muda memperkuat kolaborasi pembangunan.
“Sulawesi Barat tidak akan maju hanya dengan kerja seorang gubernur. Tidak akan maju hanya dengan kerja pemerintah. Tetapi baru akan maju ketika seluruh masyarakatnya bergerak dalam satu semangat,” tegasnya.
Upacara HUT ke-22 Sulbar dihadiri Gubernur Sulbar periode 2017–2022 Andi Ali Baal Masdar, Konsul Jenderal Australia Sanci Davis, jajaran pimpinan dan anggota DPRD Sulbar, Pangdam XXIII/Palakka Mayjen TNI Jonathan Binsar Parhulutan Sianipar, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, Forkopimda, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama rombongan, para bupati dan jajaran Forkopimda kabupaten se-Sulbar serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
