Berita dan Informasi Sulawesi Barat
Berita  

HUT ke-22 Sulbar, Ajbar Dorong Investasi Berorientasi pada Penciptaan Lapangan Kerja

HUT ke-22 Sulbar, Ajbar Dorong Investasi Berorientasi pada Penciptaan Lapangan Kerja
Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Barat dari Komisi IV, Ajbar Abdul Kadir (Dok: Ist)

KabarMandar.com — Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Barat (Sulbar) dari Komisi IV, Ajbar Abdul Kadir, mendorong pemerintah daerah untuk mengarahkan investasi pembangunan pada sektor-sektor yang mampu membuka lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ajbar dalam momentum peringatan 22 tahun Provinsi Sulbar yang dipimpin langsung Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK), Selasa (22/09).

Ajbar mengatakan, seluruh elemen masyarakat perlu memberikan dukungan terhadap visi, misi, dan cita-cita pemerintah daerah dalam mewujudkan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera.

“Yang pertama, kita patut bersyukur. 22 tahun Sulawesi Barat sudah berusia. Tentu saja buah kesyukuran ini adalah bagaimana kita bisa hadir semua untuk support terhadap visi, misi, dan cita-cita pemerintah provinsi,” kata Ajbar.

Menurut Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulbar tersebut, arah pembangunan perlu difokuskan pada sektor yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja.

“Bagi saya, investasi pembangunan terbaik adalah investasi di sektor-sektor yang memungkinkan pembukaan lapangan pekerjaan tersedia, bagaimana bisa mengangkat derajat masyarakat kita yang belum menjadi sejahtera,” ujarnya.

Ia menyebut sektor pertanian dan perikanan sebagai dua bidang yang perlu mendapatkan perhatian serius. Menurutnya, penguatan kedua sektor tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan infrastruktur dan sarana produksi, seperti jalan usaha tani, bibit unggul, fasilitas peternakan, hingga perlengkapan bagi nelayan.

“Perputaran ekonomi Sulbar 30 persen berada di sektor pertanian dan nelayan. Menurut saya, sektor-sektor ini harus dipacu dengan cepat,” pungkas Ajbar.

Ajbar juga menilai pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas masyarakat merupakan salah satu bentuk investasi penting. Meski demikian, pembangunan tetap perlu memperhatikan sektor pendidikan dan kesehatan.

Di sisi lain, ia mengakui keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi salah satu tantangan dalam mempercepat pembangunan Sulbar. Dengan kapasitas APBD yang berada di kisaran Rp1,8 hingga Rp1,9 triliun, peningkatan berbagai indikator pembangunan dinilai tidak dapat dilakukan secara instan.

“Dari capaian presentasi tadi, secara indeksnya hampir semua naik, rata-rata naik. Tetapi tentu saja tidak bisa frontal kenaikan karena kita sadar benar APBD kita hanya Rp1,8-Rp1,9 triliun. Tentu ini tidak bisa lari kencang,” jelasnya.

Karena itu, Ajbar mengatakan dirinya akan terus memperjuangkan peningkatan transfer ke daerah sekaligus mendorong program kementerian agar memberikan dukungan yang lebih besar terhadap pembangunan di Sulbar.

“Sebagai anggota DPR RI, saya akan terus berjuang bagaimana transfer daerah bisa meningkat, bagaimana program-program vertikal langsung dari kementerian-kementerian, terutama di komisi kami, itu bisa kita pacu,” tutur Ajbar.

Untuk sektor pertanian dan perikanan, Ajbar mendorong peningkatan ketersediaan alat, sarana, dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Salah satu program yang menjadi sorotannya adalah pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Ajbar berharap program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan permukiman, tetapi juga menjadi kawasan terpadu yang mampu mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Bagaimana menciptakan kesejahteraan bagi nelayan kita, menciptakan kemandirian, sehingga kampung nelayan itu adalah kampung di mana secara holistik, secara terpadu, itu bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan kita dengan pendekatan ekosistem nelayan,” katanya.

Ia menjelaskan, konsep tersebut mencakup pembangunan berbagai infrastruktur yang mendukung aktivitas nelayan, mulai dari pelabuhan-pelabuhan kecil, fasilitas penyimpanan hasil tangkapan, fasilitas pengolahan, hingga galangan kapal.

“Pelabuhan-pelabuhan kecil dibangun, cold storage-nya dibangun, pabrik es-nya dibangun, dan tentu saja galangan-galangan kapalnya dan pelabuhannya akan dibangun,” ungkap Ajbar.

Exit mobile version