KabarMandar.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap serta partikulat udara yang berpotensi berdampak pada kesehatan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menyampaikan imbauan tersebut menyusul kondisi udara di Kabupaten Mamuju yang dalam beberapa hari terakhir tampak lebih berasap dan dilaporkan berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.
Menurut Yasir, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama karena Kabupaten Mamuju saat ini berada dalam konteks ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
“Asap yang terlihat di wilayah Mamuju tidak serta-merta dapat disimpulkan seluruhnya berasal dari kejadian kebakaran di dalam wilayah Mamuju. Berdasarkan informasi yang diberitakan, terdapat dugaan kontribusi asap kiriman dari aktivitas Karhutla di wilayah Kalimantan, sehingga diperlukan pemantauan dan verifikasi lintas instansi,” ujar Muhammad Yasir Fattah, Senin (05/10).
Ia menjelaskan, kualitas udara merupakan salah satu dampak bencana yang perlu diantisipasi secara serius. Paparan asap dalam jangka panjang dapat mengganggu pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Untuk mengantisipasi dampak tersebut, BPBD Sulbar bersama BPBD Kabupaten Mamuju dan unsur terkait akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan, informasi kualitas udara, potensi Karhutla, serta dampaknya terhadap masyarakat.
Yasir mengatakan koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan penanganan berjalan optimal. BPBD akan memperkuat koordinasi dengan BMKG terkait informasi cuaca dan kualitas udara, Dinas Kesehatan mengenai kesiapsiagaan layanan kesehatan dan dampak infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta Dinas Lingkungan Hidup untuk pemantauan partikulat udara.
Koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah kabupaten, TNI/Polri, dan unsur terkait lainnya untuk mendukung pengendalian Karhutla di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan agar informasi yang diterima masyarakat akurat, terverifikasi, dan dapat ditindaklanjuti tanpa menimbulkan kepanikan.
BPBD Sulbar mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin berasap atau tercium bau asap menyengat. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah juga disarankan menggunakan masker.
Selain itu, masyarakat diminta menutup pintu dan jendela apabila konsentrasi asap di luar rumah meningkat. Anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya juga diharapkan tidak terlalu lama berada di luar ruangan.
Warga yang mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, iritasi mata, pusing, atau keluhan kesehatan lainnya diimbau segera mendapatkan pelayanan kesehatan.
BPBD Sulbar turut mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan maupun sampah atau melakukan aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran. Jika menemukan titik api atau kebakaran lahan, warga diminta segera melaporkannya kepada aparat atau petugas terdekat maupun melalui kanal penanganan kebencanaan yang tersedia.
“Masyarakat tidak perlu panik, tetapi jangan mengabaikan kondisi udara. Asap merupakan ancaman yang perlu direspons dengan kewaspadaan, perlindungan diri, dan informasi yang benar,” tegasnya.
BPBD Sulbar menegaskan, penanganan kondisi tersebut tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mencakup perlindungan masyarakat secara menyeluruh. Upaya itu meliputi pemantauan sumber asap, pengendalian Karhutla, pemantauan kualitas udara, perlindungan kelompok rentan, hingga kesiapsiagaan layanan kesehatan.
Khusus masyarakat Kabupaten Mamuju, BPBD mengimbau warga untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan apabila asap semakin pekat dan jarak pandang menurun, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi teknis.











