Berita dan Informasi Sulawesi Barat
Berita  

Pemprov Sulbar Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis di Dua Sekolah Polewali Mandar

Foto: (int)

KabarMandar.com –Dua sekolah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), melaksanakan uji coba program makan siang bergizi gratis pada Rabu, 30 Oktober 2024. Program ini merupakan bagian dari delapan program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden untuk meningkatkan kesejahteraan generasi muda melalui pemenuhan kebutuhan gizi.

Dua sekolah yang menjadi lokasi uji coba adalah SMPN 3 Polewali dan SDN 066 Pekkabata, keduanya terletak di Jalan Andi Depu, Kelurahan Pekkabata. Di SDN 066 Pekkabata, puluhan siswa mengikuti makan siang bersama di halaman sekolah, dengan suasana yang penuh antusias. Makanan yang disajikan terdiri dari nasi putih, tahu-tempe, sayuran, buah-buahan seperti pisang dan semangka, serta susu.

Program ini langsung dihadiri oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, yang meninjau pelaksanaannya. Dalam wawancaranya dengan wartawan, Bahtiar mengungkapkan bahwa program makan bergizi ini diinisiasi sebagai kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulbar dan Pemerintah Daerah Polman.

“Antusiasme anak-anak luar biasa. Program ini memang sangat dibutuhkan oleh generasi kita saat ini sebagai calon penerus bangsa,” ujar Bahtiar. Menurutnya, asupan nutrisi yang cukup sangat penting bagi tumbuh kembang anak-anak, terutama dalam upaya membentuk generasi yang sehat dan cerdas.

Langkah untuk Mengatasi Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Bahtiar menambahkan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih luas. Program makan siang bergizi gratis ini, yang rencananya akan diluncurkan secara penuh pada tahun 2025, diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi berbagai masalah gizi yang ada di daerah, seperti stunting, gizi buruk, serta kemiskinan ekstrem yang dialami oleh masyarakat setempat.

Dalam pelaksanaannya, Bahtiar menyebutkan bahwa bahan-bahan makanan yang digunakan dalam program ini harus berasal dari hasil produksi lokal petani di wilayah Polewali Mandar. “Ini merupakan upaya untuk memberdayakan ekonomi lokal dengan melibatkan para petani dalam penyediaan bahan baku untuk program makan siang gratis ini,” katanya. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberi dampak pada kesehatan anak-anak, tetapi juga mendukung perekonomian daerah melalui program ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Pentingnya Keterlibatan Ahli Gizi

Bahtiar juga menekankan bahwa makanan yang disajikan dalam program ini harus melalui perhitungan gizi yang teliti. Pihak sekolah diharapkan dapat bekerja sama dengan ahli gizi untuk memastikan bahwa setiap menu yang disajikan telah memenuhi kebutuhan nutrisi harian siswa. “Kedepannya, kita harus pastikan bahwa semua makanan yang diberikan telah melewati standar gizi yang dibutuhkan oleh anak-anak kita,” tegasnya.

Program makan siang gratis ini diharapkan menjadi langkah awal untuk perbaikan gizi secara merata bagi anak-anak di Sulawesi Barat, serta membangun kesadaran akan pentingnya asupan makanan bergizi dalam kehidupan sehari-hari. Bahtiar berharap, program ini dapat menjadi contoh bagi wilayah-wilayah lain di Indonesia dalam mengatasi permasalahan gizi buruk dan kemiskinan ekstrem, serta mendukung terciptanya generasi penerus yang lebih sehat dan produktif.

Dengan adanya program makan bergizi gratis ini, pemerintah Sulawesi Barat optimistis bahwa target untuk menciptakan generasi emas di masa depan dapat tercapai.