KabarMandar.com – Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Taufik Hidayat menyatakan kesalnya karena tidak ada perwakilan PSSI dalam konferensi pers mengenai persiapan 48th Asian School Football U-18 Championship (ASFC) 2024.
Acara ini diadakan di Media Center Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada Rabu, 30 Oktober 2024, sebelum kejuaraan di Solo, Jawa Tengah. Indonesia mengambil alih sebagai tuan rumah setelah Qatar memutuskan untuk mundur dari turnamen.
Taufik, Deputi IV Kemenpora Surono, dan Ketua Pelaksana ASFC 2024, Luhur Dewantono, turut hadir dalam konferensi tersebut. Taufik, yang meraih medali emas Olimpiade Athena 2004, memulai konferensi dengan menyatakan kebanggaannya bisa berinteraksi dengan media lagi. Tetapi, dia langsung beralih perhatian saat sadar tidak ada perwakilan PSSI di sana.
“Ini dari PSSI kan? Ternyata tidak ada ya?” tanyanya kepada para wartawan, menunjukkan kekecewaannya.
Kritik dan Harapan untuk PSSI serta Pengembangan Atlet Muda
Taufik menekankan pentingnya kehadiran PSSI dalam acara tersebut karena ASFC melibatkan pemain muda yang bisa menjadi bagian dari Tim Nasional senior di masa depan. Menurutnya, PSSI seharusnya turut serta dan mendukung penuh dalam turnamen yang berkaitan dengan pengembangan pemain muda.
PSSI memiliki banyak pengurus. Harus ada di sini karena ini tentang kelompok usia dan atlet masa depan. Mereka adalah langkah menuju Timnas,” kata Taufik tegas. Lebih jauh, ia mengatakan bahwa menjadi tuan rumah tidak hanya berperan sebagai penyelenggara. Dia berharap Timnas U-18 dapat menunjukkan peningkatan yang positif dalam kejuaraan ini. Taufik menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, seperti klub-klub sepak bola di Indonesia, untuk mendukung tim nasional agar dapat tampil maksimal. Bukan hanya dari Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), tapi juga dari klub-klub sepak bola yang ada di Indonesia,” tambahnya.
Komitmen Kemenpora dan Harapan untuk ASFC 2024
Sebagai perwakilan Kemenpora, Taufik menegaskan bahwa kementeriannya mendukung penuh penyelenggaraan ASFC 2024 di Solo, yang akan berlangsung dari 1 hingga 9 November. Meskipun turnamen ini diselenggarakan secara mendadak dengan hanya lima tim peserta, ia yakin bahwa ke depannya kejuaraan ini dapat tumbuh menjadi lebih besar dan meriah.
“Ini acara tiba-tiba, tapi semoga di masa depan peserta bisa lebih banyak. Sekarang cuma ada lima tim, tapi semoga bertambah lagi kedepannya,” katanya.
Dia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Menteri Pemuda dan Olahraga dan berharap acara ini dapat mencapai prestasi, bukan hanya ikut serta.
“Pak Menteri dan saya selalu mendukung kegiatan olahraga positif seperti ini, terutama yang memiliki prospek pengembangan,” ujarnya.
Taufik Hidayat: Jangan Hanya Ikut, Raih Prestasi
Selain menyoroti pentingnya dukungan PSSI, legenda bulutangkis ini juga memberikan pesan kepada Timnas Indonesia agar tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga berusaha keras untuk mencapai prestasi.
“Jangan hanya berpartisipasi saja. Ini perlu menjadi tempat untuk menunjukkan prestasi. Presiden sangat peduli pada pengembangan olahraga di Indonesia,” kata Taufik. Sebagai penutup, dia berjanji akan datang ke Solo untuk mendukung acara dan melihat perkembangan turnamen secara langsung. “Dia yakin akan datang ke acara tersebut,” ujarannya optimis.
Konferensi pers ASFC 2024 disoroti oleh kritik tajam dari Wakil Menpora Taufik Hidayat terkait ketiadaan wakil dari PSSI. Kritik ini menunjukkan pentingnya peran organisasi sepak bola nasional dalam mengembangkan bakat-bakat muda.
Taufik menekankan pentingnya ASFC bukan hanya untuk formalitas partisipasi, tapi juga harus disertai dengan tujuan prestasi. Dengan dukungan dari Kemenpora, turnamen ini diharapkan menjadi langkah awal bagi atlet muda menuju karir profesional dan memperkuat Timnas Indonesia di masa yang akan datang.
