KabarMandar.com — Penundaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan memunculkan dinamika baru dalam persaingan calon ketua. Di tengah belum finalnya konsolidasi internal, nama Wakil Ketua DPRD Sulsel, Rahman Pina, mulai disebut-sebut sebagai kandidat alternatif yang layak diperhitungkan.
Nama Rahman Pina semakin menguat setelah beredarnya foto pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, di Jakarta. Pertemuan yang berlangsung secara informal di sebuah restoran itu memantik spekulasi politik mengenai arah Musda Golkar Sulsel dan figur yang berpotensi mendapat perhatian dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Dalam foto yang beredar, Rahman Pina dan Bahlil terlihat duduk berdampingan di satu meja bundar dengan suasana santai dan akrab. Keduanya tampak tersenyum, mencerminkan pertemuan yang berlangsung cair namun dinilai sarat makna politik oleh sejumlah kalangan internal partai.
Momentum pertemuan tersebut terjadi di tengah penundaan pelaksanaan Musda Golkar Sulsel yang semula dijadwalkan pada pekan ketiga Januari. Penundaan ini membuka ruang komunikasi dan lobi politik, sekaligus memberi peluang bagi munculnya figur alternatif di luar kandidat yang lebih dulu disebut.
Sementara itu, Rahman Pina memilih bersikap hati-hati menanggapi menguatnya isu pencalonan dirinya. “Kita doakan saja Musda lancar,” tulisnya singkat melalui pesan WhatsApp pada Senin (19/01).
Sebelumnya, Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M Said, membenarkan bahwa partai saat ini masih fokus pada konsolidasi dan penyempurnaan struktur kepengurusan sebelum menetapkan jadwal Musda.
“Belum, belum. Kita mau konsolidasi dulu. Kita lengkapi dulu pengurus sementara, baru setelah itu kita konsolidasi. Habis itu baru kita cari waktu untuk Musda. Saya yakin Golkar itu akan bersatu,” kata Muhidin pada Senin (05/01).
Muhidin menegaskan, penyempurnaan kepengurusan menjadi kebutuhan mendesak mengingat adanya perubahan dalam jajaran pengurus lama. “Pengurus lama itu ada yang sudah tidak ada, ada yang pindah partai, ada juga yang meninggal. Kita sempurnakan dulu, baru kita lanjutkan lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proses konsolidasi tersebut tidak akan berlangsung lama. “Kalau konsolidasi sudah dilakukan, barulah kita bisa paham betul dan segera kita laksanakan. Saya kira tidak terlalu lama, paling satu atau dua bulan,” tutupnya.
Selain Rahman Pina, sejumlah nama yang disebut masuk bursa calon ketua di antaranya Munafri Arifuddin, Ilham Arief Sirajuddin, Adnan Purichta Ichsan, dan Andi Ina Kartika Sari.
Sejauh ini, Calon Ketua Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) Munafri Arifuddin yang paling banyak mendapatkan dukungan. Pria yang akrab disapa Appi itu telah mengantongi 20 dukungan dari DPD II Partai Golkar Kabupaten/Kota, dengan tambahan dukungan dari Lutim.
