Berita dan Informasi Sulawesi Barat
Berita  

Hadapi Peralihan Musim, Suhardi Duka Minta Warga Sulbar Siaga Banjir dan Tanah Longsor

Hadapi Peralihan Musim, Suhardi Duka Minta Warga Sulbar Siaga Banjir dan Tanah Longsor
Gubernur Sulbar Suhardi Duka (Dok: Ist)

KabarMandar.com – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir dan tanah longsor seiring perkiraan berakhirnya musim kemarau dan mulai masuknya musim hujan.

Setelah melewati periode kekeringan yang juga diwarnai kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masyarakat diminta melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi pada musim penghujan.

Suhardi Duka mengatakan, perubahan musim harus disikapi dengan kesiapsiagaan agar curah hujan yang meningkat tidak menimbulkan bencana bagi masyarakat.

“Saya ingin juga menghimbau bahwa kayaknya musim kering sudah akan berakhir, kita akan masuk musim hujan, nah, kalau kita merasakan tadi kekeringan dengan berbagai macam Karhutla dan lain sebagainya, barangkali musim hujan ini jangan lagi membanjiri kita, dengan demikian, perlu kewaspadaan, perlu perbaikan, dengan demikian, datangnya hujan justru menjadi berkah bagi kita semua,” kata Suhardi Duka, Rabu (28/10).

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Sulbar telah meminta seluruh jajaran pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap kondisi saluran air dan sungai yang berpotensi menghambat aliran air.

Perhatian tersebut mencakup saluran drainase di wilayah perkotaan, kecamatan hingga desa, termasuk sungai-sungai yang mengalami hambatan aliran.

“Saya sudah perintahkan supaya seluruh saluran-saluran yang ada di kota, di kecamatan, di desa, sungai-sungai yang selama ini ada hambatan, supaya menjadi perhatian kita,” ujarnya.

Selain ancaman banjir, Gubernur juga menyoroti potensi tanah longsor akibat kondisi tanah yang mengalami retakan selama musim kemarau.

Menurutnya, tanah yang sebelumnya terbelah akibat kekeringan berisiko mengalami pergerakan ketika terkena guyuran hujan dengan intensitas tinggi.

“Karena saat ini kan tanah lagi terbelah akibat kekeringan dan itu kalau diisi oleh hujan yang deras bisa menjadi longsor dan lain sebagainya,” katanya.

Untuk mendukung upaya mitigasi bencana, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat juga telah menyiapkan alat berat di sejumlah titik rawan. Kesiapan peralatan tersebut diharapkan dapat menunjang langkah pencegahan sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi bencana.

Pemerintah mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi perubahan musim, sehingga potensi banjir dan tanah longsor dapat diantisipasi sejak dini.

Exit mobile version