Berita dan Informasi Sulawesi Barat
Berita  

Pria Ditemukan Tergantung di Pohon, Warga Malunda Geger

Ilustrasi (Dok : KabarMakassar).

KabarMandar.com — Warga Lingkungan Kayu Colo, Kelurahan Lamungan Batu, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria dalam kondisi tergantung di sebuah pohon, Selasa (13/1) sekitar pukul 14.00 WITA.

Korban diketahui berinisial NF (38), warga Dusun Mosso Timur, Desa Lombong Timur, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene.

Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh empat orang saksi, masing-masing Muhammad (32), Busman (48), Sudirman (40), dan Reski (20). Saat itu, keempatnya sedang bekerja membuat pagar di bagian belakang sebuah rumah yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Menurut keterangan saksi, peristiwa bermula ketika Muhammad hendak mengambil pasir menggunakan arco atau gerobak. Saat mendorong gerobak tersebut, ia terkejut melihat sesosok tubuh pria tergantung di atas pohon. Muhammad kemudian berteriak memanggil rekan-rekannya. Keempat saksi lalu bergegas menuju jalan poros untuk meminta bantuan warga sekitar dan segera menghubungi pihak kepolisian.

Mendapatkan laporan tersebut, personel Polsek Malunda langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selanjutnya, korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Malunda untuk dilakukan penanganan serta pemeriksaan medis.

Kapolsek Malunda, IPTU Antonius B, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban sempat berada di Mako Polsek Malunda sejak Senin (12/1) sekitar pukul 13.30 WITA hingga Selasa (13/1) sekitar pukul 08.00 WITA. Namun, menjelang siang hari, korban sudah tidak terlihat lagi berada di mako.

“Korban berada di Mako Polsek Malunda karena adanya aduan dari warga. Yang bersangkutan kerap membuat kegaduhan dan meresahkan masyarakat,” ujar IPTU Antonius.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa korban diketahui mengalami gangguan kondisi kejiwaan berupa depresi dan kecemasan, serta sering mengamuk tanpa sebab. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh penggunaan obat-obatan.

Berdasarkan hasil visum, pihak medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan secara resmi.

Dengan hasil tersebut, pihak kepolisian memastikan bahwa peristiwa ini tidak mengandung unsur tindak pidana dan jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mental di lingkungan sekitar serta segera melaporkan apabila terdapat warga yang membutuhkan pendampingan atau bantuan guna mencegah kejadian serupa terulang.