Berita dan Informasi Sulawesi Barat
Berita  

Di Tengah Efisiensi, Beasiswa Pemprov Sulbar Tetap Berjalan untuk 1.040 Penerima

Di Tengah Efisiensi, Beasiswa Pemprov Sulbar Tetap Berjalan untuk 1.040 Penerima
Program beasiswa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tahun 2026 menjangkau 1.040 penerima dari berbagai jenjang pendidikan (Dok: Ist)

KabarMandar.com — Program beasiswa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) memasuki tahun kedua di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK). Program tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah, dengan jumlah penerima manfaat pada 2026 mencapai 1.040 orang.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemprov Sulbar tetap mempertahankan program beasiswa sebagai prioritas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan anggaran untuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan penyelesaian studi bagi putra-putri Sulbar.

Kepala Biro Pemkesra Sulbar, Murdanil, mengatakan program beasiswa tetap berjalan meski pemerintah menerapkan efisiensi anggaran. Menurutnya, program tersebut merupakan komitmen Gubernur Suhardi Duka yang telah dilaksanakan sejak 2025 dan kini memasuki tahun kedua.

“Kami memaksimalkan dengan sekuat tenaga dan pikiran untuk betul-betul memperhitungkan setiap anggaran bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Sulbar melalui program beasiswa yang menjadi salah satu program prioritas pak Gubernur Sulbar,” kata Murdanil, Selasa (08/09).

Murdanil menjelaskan, pada awalnya kuota beasiswa 2026 hanya disiapkan untuk 203 orang. Namun, berdasarkan data pendaftaran melalui laman beasiswa.sulbarprov.go.id, tercatat 2.531 orang melakukan registrasi awal, sementara 908 orang berhasil menyelesaikan proses pendaftaran dengan melakukan submit/finalize berkas.

Proses pendaftaran berlangsung mulai 1 Maret 2026 hingga 30 April 2026. Setelah pendaftaran ditutup, tim beasiswa melakukan seleksi pemberkasan. Calon penerima kemudian diberikan kesempatan untuk melengkapi atau memperbaiki dokumen yang keliru maupun belum lengkap melalui tahap masa sanggah selama kurang lebih 2 minggu.

Selanjutnya, pada 9 Juni 2026, sebanyak 570 orang dinyatakan lulus seleksi verifikasi berkas. Hasil tersebut kemudian dibahas dalam rapat Komite Beasiswa yang melibatkan BPKAD, Baperida, Inspektorat, Diknas, Dinkes, Dukcapil, Dinsos, Disporq, Biro Hukum dan Biro Pemkesra.

Rapat tersebut membahas kelayakan dan keabsahan calon penerima serta sejumlah pertimbangan lainnya. Salah satunya terkait ketersediaan kuota. Dari kuota awal 203 orang, jumlah penerima baru dapat ditambah menjadi 524 orang dengan mempertimbangkan variasi jumlah UKT tanpa mengubah alokasi anggaran yang sebelumnya telah disediakan sebesar Rp7 miliar.

Penambahan kuota tersebut mendapat dukungan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka melalui SK Gubernur Nomor 483 Tahun 2026 tertanggal 10 Juli 2026. Dalam keputusan tersebut, ditetapkan penerima Beasiswa Tahun 2026 sebanyak 524 orang.

Selain penerima baru, Pemprov Sulbar juga melakukan verifikasi terhadap penerima beasiswa lanjutan dari tahun sebelumnya. Hasilnya, sebanyak 296 orang dinyatakan dapat melanjutkan dan kembali menerima beasiswa.

Program tersebut juga dilanjutkan melalui kerja sama dengan sejumlah kampus dengan kriteria tidak mampu dan prestasi. Penerima di antaranya berasal dari Kedokteran Unsulbar sebanyak 26 orang, STAIN Majene 69 orang, Tomakaka Mamuju 30 orang, Ambo Dalle Polman 26 orang, Unasma 22 orang, Unimaju 22 orang dan Politekes Mamuju 25 orang.

Dengan seluruh skema tersebut, total penerima beasiswa Sulawesi Barat pada 2026 mencapai 1.040 orang. Penerima terdiri dari jenjang Diploma sebanyak 19 orang, Sarjana 872 orang, Magister 126 orang, Doktor 19 orang dan Profesi 4 orang.

Murdanil berharap para penerima dapat memanfaatkan beasiswa tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia menyampaikan pesan Gubernur Suhardi Duka agar program ini menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk segera menyelesaikan studi dan kembali berkontribusi dalam pembangunan Sulawesi Barat.

Diketahui, APBD 2026 Sulawesi Barat kurang lebih hanya Rp1,6 triliun. Namun, di tengah efisiensi anggaran, Pemprov Sulbar tetap memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan, khususnya melalui program beasiswa berupa pembayaran UKT dan penyelesaian studi bagi putra-putri Sulbar.

“Investasi pendidikan tidak bisa dirasakan hari ini tapi kedepan Insyaallah masyarakat Sulawesi Barat makin pintar dan cerdas,” harapnya.