Berita dan Informasi Sulawesi Barat
Berita  

Sawit Jadi Potensi Unggulan Sulbar, Pemprov Perkuat Kapasitas Petani

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana saat membuka Penguatan kapasitas tersebut menjadi fokus dalam Pelatihan Pengembangan SDMP 2026(dok:ist)

KabarMandar.com — Kegiatan yang difasilitasi PT Citra Widya Education tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas komunitas petani sawit, khususnya dalam mendukung peningkatan produktivitas serta kualitas hasil perkebunan.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana, mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani menjadi hal penting dalam pengembangan sektor perkebunan sawit. Menurutnya, sektor sawit tidak hanya dituntut mampu menghasilkan produksi dalam jumlah besar, tetapi juga menghasilkan produk berkualitas yang dapat bersaing di pasar global.

“Kalau kualitas sumber daya petaninya itu rendah, tentu produktivitasnya rendah, kualitas produksinya juga rendah,” kata Junda Maulana.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu dijawab melalui peningkatan kemampuan para petani. Dengan kualitas SDM yang semakin baik, pengelolaan perkebunan diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal dan berdampak pada peningkatan nilai produksi.

“Maka kita tingkatkan agar nilai produksinya itu bertambah, baik itu secara kualitas atau kuantitasnya. Itu yang diharapkan,” ujarnya.

Junda Maulana juga meminta para petani mengikuti pelatihan dengan serius serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan keterampilan mereka. Ia menekankan agar pelatihan yang diberikan lebih banyak mengedepankan metode yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.

Menurutnya, materi pelatihan tidak perlu terlalu banyak berisi teori. Para petani lebih membutuhkan pengetahuan teknis yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas perkebunan.

“Saya minta pelatihnya juga mengajarkan, tidak usah terlalu banyak teori karena ini petani semua. Sehingga perlu teknis dan juga dipantau,” ungkap Junda Maulana.

Ia mengatakan perkembangan para petani yang mengikuti pelatihan akan terus dipantau hingga Desember mendatang. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan benar-benar diterapkan dalam pengelolaan perkebunan.

Junda Maulana berharap peningkatan kualitas SDM petani dapat mendorong produktivitas sawit Sulbar melampaui produksi yang ada saat ini. Selain peningkatan kuantitas, kualitas hasil perkebunan juga diharapkan semakin baik sehingga dapat memberikan nilai jual yang lebih tinggi.

“Kalau sumber daya manusianya ditingkatkan tentu akan lebih dari areal yang ada itu bisa produksinya lebih dari 241 ribu ton pertahun. Bahkan kualitasnya, sehingga harganya itu akan bisa meningkat,” tuturnya.