KabarMandar.com – Yayasan Biya Yang Mulia I Manyambungi Todilaling Arajang Balanipa Mandar(Bimantara Balanipa Mandar) yang berkedudukan di Tinambung Kabupaten Polewali Mandar yang merupakan paguyuban keluarga Besar Biya PYM I Manyambungi Todilaling, dengan tegas mengecam tindakan yang telah di lakukan oleh sekelompok mahasiswa.
Mahasiswa tersebut melakukan pengambilan gambar diatas Makam PYM I Manyambungi Todilaling yang terletak di Desa Napo Kecamatan Limboro.
Dalam video tersebut, Sekelompok Anak Gadis Remaja menggunakan kostum adat menari dan naik diatas pohon tempat PYM I manyambungi Todilaling di makamkan. Hal ini merupakan sebuah kekeliruan besar yang dianggap sebagai sebuah perlakuan yang tidak terpuji dilakukan dan di pertontonkan melalui media sosial.
“Banyak jalan dan upaya yang bisa dilakukan dalam merawat dan menjaga kelestarian budaya leluhur tanpa harus menari diatas makam,”katanya Senin(17/11).
Atas nama lembaga, Andi Muhammad Ardam A selaku Ketua Umum Bimantara Balanipa Mandar mengecam atas tindakan sekelompok orang yang melakukan aksi tarian diatas makam Yang Mulia I Manyambungi Todilaliling Arayang Balanipa Pertama.
Aksi tarian di atas makam Yang Mulia I Manyambungi Todilaliling Arayang Balanipa Pertama merupakan hal yang sangat sensitif dan melukai perasaan banyak pihak.
“Saya, menegaskan bahwa perbuatan ini bukan sekadar tindakan vandalisme, melainkan penghinaan kolektif yang melukai perasaan mendalam seluruh keturunan Puang Yang Mulia I Manyambungi dan masyarakat adat Mandar,” ungkapnya.
“Tindakan ini mencoreng marwah dan martabat Balanipa Mandar di mata publik.
Makam adalah simbol penghormatan abadi menjadikannya panggung tarian adalah bentuk kebiadaban kultural yang tidak bisa ditoleransi.
Dan Melalui lembaga kami harapkan kepada oknum untuk segera mengajukan permohonan maaf secara lisan dan tertulis dihadapan Lembaga Adat Kerajaan Balanipa Mandar, Membuat Video Permohonan Maaf dan Membuat pernyataan bersedia untuk tidak menggunakan video tarian diatas Makam PYM I manyambungi Todilaling dalam lomba atau event manapun dalam bentuk apapun,” Tegas Andi Muhammad Ardam.
Selain itu, Penjaga Makam PYM I Manyambungi telah menyampaikan permohonan maaf melalui panguyuban. penjaga makam Muhammad adam menyampaikan tidak tahu menahu tentang bentuk kegiatan atau aktifitas yang akan dilakukan diatas makam dan penjaga situs tidak masuk karena libur.
