Berita dan Informasi Sulawesi Barat
Berita  

Airlangga Hartarto: Perekonomian Indonesia Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global

Airlangga Hartarto: Perekonomian Indonesia Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global
Ilustrasi Rupiah (Dok : KabarMakassar).

KabarMandar.com — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa perekonomian Indonesia tetap berada dalam kondisi tangguh meskipun menghadapi meningkatnya ketidakpastian global, perlambatan ekonomi dunia, dan eskalasi ketegangan politik. Menurutnya, risiko resesi Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan sejumlah negara utama di dunia.

“Perekonomian Indonesia tetap tangguh dengan probabilitas resesi yang rendah dibandingkan Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang,” ujar Airlangga, seperti yang dikutip pada Kamis (15/01), merujuk pada data probabilitas resesi berdasarkan Bloomberg.

Airlangga menambahkan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang konsisten di kisaran 5 persen selama tujuh tahun berturut-turut, dengan inflasi yang tetap terkendali. Pada Desember 2025, inflasi Indonesia tercatat sebesar 2,92 persen.

Kinerja pasar keuangan domestik juga menunjukkan tren positif, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mencatatkan rekor tertinggi yang menembus level 9.000, dan nilai tukar rupiah yang relatif stabil.

Sektor riil Indonesia juga menunjukkan perkembangan yang baik, di mana aktivitas manufaktur masih berada dalam fase ekspansi. Hal ini tercermin dari Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur yang berada di level 51,2 dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencapai 123,5.

Airlangga juga menyoroti fundamental eksternal Indonesia yang solid. Neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus selama 67 bulan berturut-turut, sementara cadangan devisa mencapai US$156,1 miliar. Pertumbuhan kredit perbankan juga mendekati 8 persen, dan realisasi investasi asing langsung (FDI) sampai dengan September 2025 tercatat sebesar Rp1.434 triliun.

Dia memperkirakan bahwa realisasi FDI ini berpotensi meningkat hingga sekitar Rp1.900 triliun pada akhir tahun nanti, menunjukkan optimisme terhadap investasi di Indonesia.

Exit mobile version