KabarMandar.com — Kisah memilukan dialami seorang bayi berusia tiga bulan di Desa Baru, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar. Bayi bernama Annisa itu terpaksa meminum susu formula yang dicampur air sumur berwarna kecokelatan akibat keterbatasan ekonomi dan minimnya akses air bersih, setelah sang ibu meninggal dunia beberapa waktu lalu.
Annisa kini diasuh neneknya. Dengan kondisi serba terbatas, sang nenek mengaku tidak mampu membeli air galon setiap hari sehingga terpaksa menggunakan air sumur untuk kebutuhan harian, termasuk membuat susu.
“Air bersih jauh. Tidak cukup uang beli galon tiap hari. Saya hanya bisa pakai air sumur. Saya kasihan sekali sama cucu saya, tapi saya tidak punya pilihan,” ujar sang nenek.
Kondisi tersebut mendorong Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, bergerak cepat. Melalui timnya bersama sejumlah relawan, ia menyalurkan bantuan berupa susu bayi, air mineral, dan kebutuhan pokok, Minggu (18/1).
“Saya tidak bisa membayangkan bagaimana bayi sekecil ini harus bertahan dengan kondisi seperti itu. Ini bukan hanya soal bantuan, tetapi soal kemanusiaan. Tidak boleh ada warga yang hidup dalam keadaan seperti ini,” kata Salim.
Sejumlah relawan turut berperan menyampaikan informasi kepada pemerintah provinsi. Mereka menyebut laporan warga segera ditindaklanjuti setelah berkoordinasi dengan pihak Wakil Gubernur.
“Kami menerima informasi kondisi bayi ini dari warga, lalu kami langsung berkoordinasi dan menyampaikan ke Pak Wagub. Syukurnya, responsnya sangat cepat. Bantuan bisa segera turun,” ujar salah satu relawan.
Selain Pemprov Sulbar, Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar juga mendatangi rumah keluarga Annisa untuk pendataan dan asesmen awal. Langkah ini dilakukan agar penanganan tidak berhenti pada bantuan awal.
“Kami ingin memastikan keluarga ini mendapatkan pendampingan dan bantuan berkelanjutan, bukan hanya hari ini,” kata salah satu petugas Dinas Sosial.
Salim menegaskan persoalan tersebut tidak boleh berhenti sebagai potret kemiskinan semata. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menindaklanjuti kebutuhan akses air bersih di wilayah setempat serta memantau kesehatan Annisa secara berkelanjutan.
“Masalah air bersih ini tidak bisa dibiarkan. Tidak boleh ada lagi anak yang meminum susu dari air keruh,” tutupnya.
